Life, Love and Laugh

PekChun(QuYuan)

PekChun(QuYuan)
Festival Perahu Naga & Puncaknya Musim PanasSebagai bangsa tertua, Tiongkok yang merupakan cikal bakal bangsa Cina mempunyai kekayaan yang sangat berharga berupa pengetahuan,
kepandaian, dan kearifan. Sejarahnya dimulai beribu-ribu tahun yang lampau, dan
walaupun bangsa lain yang lebih tua seperti Mesir, Parsi, dan Babylonia
terpecah-pecah atau dikalahkan oleh bangsa yang lebih muda dan kuat, Negara
Cina dapat bertahan dan dapat mengatasi peperangan dan kehancuran. Dan ternyata
faktanya sekarang Cina merupakan salah satu Negara besar dan penting di dunia.

Ketika piramida didirikan di lembah sungai Nil, bangsa Cina
mulai mendirikan kerajaan di sepanjang sungai Huang Ho, dan ketika orang cerdik
pandai Babylonia mempelajari bintang-bintang di langit, orang Cina menyusun
almanak dan menujumkan adanya gerhana. Ketika orang Yunani mendirikan
Negara-negara kecil yang merdeka dan kuat di tanah semenanjung yang
berbukit-bukit, Cina pada waktu itu telah menjadi kerajaan feodal selama lebih
kurang seribu tahun. Dan jaman kira-kira enam sampai lima ratus tahun sebelum
Masehi, merupakan jaman yang ajaib. Pada waktu itu, orang-orang arif dan keramat
di seluruh dunia mengajarkan pada para pengikutnya tentang cara-cara dan
mempertahankan hidup yang baik. Budha hidup di India, Zarathustra di Parsi
(Iran), Socrates di Athena, dan pada waktu yang sama Lao Tze Dan Confucius (Kong
Hu Cu) mengajar di Tiongkok.

Ketika Roma mengalahkan semua negara disepanjang pantai Laut
Tengah lalu menyerbu di hutan rimba Eropa serta mengalahkan bangsa Prancis,
Spanyol, dan Inggris, yang pada waktu itu masih berada pada tingkat peradaban
yang rendah, dinasti Han di Tiongkok sedang memerintah suatu kerajaan yang luas
dan bijaksana. Ketika Eropa mengalami kekacauan, Tiongkok maju dengan pesat,
hidup sejahtera, dan berhasil menciptakan kesenian yang indah. Dan pada jaman
tersebut belum ada ahli ukir yang ulung seperti bangsa Tionghoa.
Barang-barang yang dibuat sangat indah, sehingga ketika para
musafir bangsa Eropa yang gagah berani, seperti Marco Polo dan lain-lain sampai
ke Tiongkok, mereka seakan melihat negeri impian. Kota-kota dan istananya sangat
indah, pemerintahan aman, tentram dan tertib. Keseniannya sangat sempurna dan
kekayaannya sangat mengagumkan sehingga tak seorangpun di Eropa mempercayai
adanya sebuah negeri yang seajaib itu. Bahkan karena deskripsinya tersebut Marco
Polo sampai dianggap sebagai pembohong besar.
Bagaikan sebuah pohon besar, negri Tiongkok kokoh berdiri,
dengan batangnya yang kuat menjulang tinggi ke langit dengan megah dan akar-akar
yang kuat menembus tanah sampai lapisan yang terdalam. Artinya bangsa Tionghoa
memiliki sejarah dan adapt-istiadat yang luar biasa kayanya. Dan hebatnya lagi
adat-istiadat itu begitu menjiwai dalam kehidupan mereka dimanapun mereka
berada,hingga kini.Walaupun Cina sudah menjalani modernisasi dan memasuki
perekonomian pasar bebas, namun sejarah budaya, dan sistem-sistem nilai orang
Cina yang kira-kira sudah berusia lima ribu tahun masih mendominasi cara
berpikir dan perilaku orang-orang Cina modern. Etika Kong Hu Cu, pengaruh
Taoisme, dan tokoh-tokoh klasik Cina kuno masih menjadi referensi dan panutan
yang sangat penting bagi mereka.

Sebagai bangsa, Cina tidak hanya sekedar ras paling besar dari
sisi jumlahnya, tetapi juga pengaruh terhadap sejarah peradaban maupun daya
jangkau diaspora (persebaran) manusianya. Mareka selalu mencari dan akhirnya
selalu kembali, seberapapun jarak dan waktu yang memisahkan, nilai-nilai luhur
tradisi mereka tetap terjaga. Dan kearifan serta kesejatian orang orang Cina
tidak jatuh dari langit. Tetapi lebih sebagai suatu benih, putik bunga dan buah
yang ditanam sekaligus dipetik sepanjang hidup mereka, dimanapun mereka berada,
dan entah nama apa pun yang disandangnya. Dengan hasil dan nilai yang tetap,
yang menjadikan orang Cina, sebagai bangsa yang unggul dan dihormati.

Gambaran diatas adalah beberapa petikan dari orang jaman
sekarang yang merupakan cita-cita yang diharapakan oleh orang-orang bijak dari
Tiongkok, dan salah satunya adalah Qu Yuan (seorang perdana menteri patriot
penganut ajaran Kong Hu Cu yang memiliki cita-cita mendidik rakyatnya menjadi
orang memegang teguh cinta kasih, kebenaran, kesusilaan/keteraturan,
kebijaksanaan,dan dipercaya oleh sesama ) sebelum Beliau terjun ke sungai untuk
mengakhiri ajalnya, Ia berkata Semoga suatu hari nanti bangsaku menjadi bangsa
yang unggul (Tzun Tze) dan berbudi luhur.

Beliau hidup pada jaman Zhan Guo (Negara berperang 475-221 SM)
dan telah meninggal dunia pada tanggal 5 bulan 5(Go Gwee Ce Go) penanggalan
lunar/Yin Li/Imlek/Anno Confuciani tahun 299 SM (tahun ini jatuh pada tanggal 22
juni 2004), dengan cara menceburkan dirinya ke dalam sungai Mi Lo karena merasa
bersedih dan tidak tahan ketika melihat negaranya Chu dianeksasi oleh negara Qin
yang tirani dan kejam.Dan kebetulan ketika Qu Yuan meninggal dunia bertepatan
pada hari raya Twan Yang ( saat matahari memancarkan cahaya paling keras/ Hari
Kehidupan) atau hari raya puncaknya Musim Panas/Summer yaitu hari dimana
menurut keyakinan penganut Kong Hu Cu pada hari tersebut saat Twan Ngo (antara
jam 11.00 s/d 13.00 siang) tersebut posisi bumi dengan matahari berada dalam
keadaan tegak lurus , sehingga hari tersebut begitu penting dan bermakna bagi
penganut Kong Hu Cu yang sangat bersyukur atas berkah kehidupan alam semesta
yang diberikan Thian, serta sebagai wujud untuk
menghormati kebesaran dan keagungan Tuhan. Dan bahkan konon karena
keajaibannya pada hari itu ada perubahan signifikan yang terjadi pada keadaan
alam khususnya terhadap gaya gravitasi bumi sehingga sebagai contoh, telur
mentah pun yang bentuknya oval dapat dibuat dalam posisi berdiri tegak pada
permukaan benda apapun yang berbentuk datar.
Lalu pada hari tersebut juga biasanya dijadikan momentum yang
sangat baik bagi para tabib/dokter pada jaman dahulu untuk mencari daun-daun
obat yang konon katanya menjadi sangat lebih berkhasiat jika dipetik pada hari
Twan Yang/Kehidupan.Pada hari yang sama Qu Yuan yang merasa frustasi sehingga
terjun kesungai sebagai orang yang sangat berduka dan kecewa karena merasa
sangat sedih dengan kejadian yang menimpa negeri yang dicintainya, setelah
beberapa lama berita tersebut menyebar keseluruh negeri, lalu saking cintanya
rakyat kepada Qu Yuan ratusan orang berbondong-bondong dengan menggunakan perahu
mencari jasadnya di sungai Mi Lo, akan tetapi setelah berhari-hari waktu
pencarian akhirnya, tetap tidak dapat ditemukan juga jasadnya Beliau.

Lalu sebagai apresiasi rakyat terhadap Qu Yuan yang begitu mencintai rakyatnya, tiap
tahun orang-orang diseluruh negeri mengadakan peringatan mangkatnya Beliau
dengan cara berkumpul di tepi sungai sambil berdoa mengucap syukur kepada Thian
atas berkahNya yang diberikan pada hari Twan Yang (Hari Kehidupan) serta
mengadakan perlombaan perahu Naga (Dragon Boat Festival) untuk mengenang
percarian terhadap Beliau, yang diselingi dengan acara pelemparan kue untuk
Qu Yuan yang disebut Ba Cang (etimologi dialek Fujian; Ba Cang berarti daging
babi yang dibuat dari nasi) yang dibungkus dengan daun bambu dan diikat dengan
pita merah.Maka dari itu ritual pelemparan Ba Cang ke sungai pada Hari
Kehidupan sampai saat ini masih dilakukan untuk menghormati QuYuan yang budiman.
Sehingga upacara ini juga disebut dengan hari raya Pek Cun (Seratus Perahu /
perlombaan Seratus Perahu Naga), jadi istilah hari raya Pek Cun baru ada setelah
mangkatnya Qu Yuan. Mudah-mudahan kematian Qu Yuan tidak sia-sia dan mampu
menggerakan hati rakyat kepada cita yang luhur dan menjadi kemenangan
pengorbanan beliau serta dapat memberikan respresentasi semangat dan cinta
negeri (patriot) sendiri dengan cara berkarya sebaik-baiknya bagi nusa dan
bangsa Indonesia. Karena bukankah ada pepatah Cina yang mengatakan bahwa dimana
bumi dipijak disitulah langit dijungjung, dan walaupun kita keturunan Tionghoa
tetapi para pendahulu kita telah berikrar bahwa kita satu bangsa, satu bahasa,
satu tanah air yaitu Indonesia, begitulah kira-kira bunyi ikrar yang turut
dikumandangkan oleh Yong Tionghoa, Yong Ambon, Yong Java, Yong Celebes, Yong
Andalas, Yong Borneo, dan lain-lain yang kita kenal sekarang sebagai momentum
Sumpah Pemuda. Jadi saya ucapkan selamat Hari Raya Puncaknya Musim Panas/Twan
Yang/Pek Cun semoga semangat patriot Qu Yuan bisa membangun terus bagi
perkembangan negeri kita tercinta Indonesia Raya, Su Hay Cwie Lay Kay Heng Te Ya
(semua umat manusia bersaudara). Shan Zai.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: